Deminasi Masalah Gizi, Kabupaten Bima Kerjasama Dengan Kemententrian RI dan SEAMEO
Cari Berita

Advertisement

Deminasi Masalah Gizi, Kabupaten Bima Kerjasama Dengan Kemententrian RI dan SEAMEO

Rabu, 07 April 2021

Foto : Peseta Deminasi saat sosialiasi secara daring dengan Kemententrian Kesehatan. 

GERBANGNTB COM
Bima. - Kabupaten Bima-NTB. Berkerjasama dengan Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO),  Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON), Kementerian Kesehatan RI, The Global Alliance for Imoprioved Nutrition (GAIN), Poltekkes Kemenkes Mataram. Lakukan Deminasi secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) bagi anak Balita dan Sosialisasi program “Anakku Sehat dan Cerdas". Selasa (6/04) di Aula Kantor DP3AP2KB Kabupaten Bima.


Diseminasi dengan 20 peserta tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd, Tim Konvergensi Stunting Kabupaten Bima dan Pejabat perangkat daerah terkait.  


Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. Ir. H. Amry Rahkman, M.Si dalam arahannya mengatakan, merujuk pada Visi Pembangunan Nasional, Presiden RI menekankan bahwa kemajuan Indonesia harus dimotori oleh kemajuan sumber daya manusia (SDM). 


Dikatakannya, saat Kabupaten/kota di provinsi NTB  masih menghadapi permasalah gizi makro dan mikro, khususnya kejadian stunting pada balita. Mengacu pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) sebelumnya dan  akan dilaksanakan kembali pada tahun 2023.
"Kita masih harus terus bekerja keras untuk memenuhi target  RPJMD Provinsi NTB”. Katanya. 


Lanjut H. Amry, perlu dipahami pedoman gizi seimbang berbasis pangan lokal dan pemahaman tentang pangan gizi panduan gizi seimbang  perlu terus didorong untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan stunting”. Ungkapnya. 


Sebelumnya, Kepala Bappeda Kabupaten Bima yang wakili LKabid Perencanaan Sosial Budaya  Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kebersamaan  pihak terkait dan adanya kesempatan kepada Kabupaten Bima untuk berbagi cerita berkaitan dengan penanganan stunting.


  Dikatakan, aksi konvergensi penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Bima  mengacu pada Peraturan Bupati Bima Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Percepatan Penanganan Dan Pencegahan Stunting.

Regulasi ini selanjutnya dijabarkan dalam Integrasi Program Kegiatan Prioritas Penanganan Stunting Kedalam RKPD dan APBD melalui Musrenbang Kab dan Musrenbang Khusus Kelompok Inklusif (Perempuan, Anak, Lansia dan Berkebutuhan Khusus. Ada dua intervensi yang dilaksanakan yaitu “Intervensi Spesifik Melalui Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan Gizi Dan Anemia  (GEBRAK BIMANTIKA). 
“Aksi Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting di tingkat Kecamatan dilaksanakan oleh Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) melalui pembinaan dan fasilitasi perencanaan, penganggaran pembangunan desa (Penyusunan RKPDes, APBDes) yang selajan dengan arah dan kebijakan penanganan dan pencegahan stunting Pemerintah Kabupaten."Katanya.

Langkah strategis ini berhasil menurunkan secara dignifikan angka stunting  di kabupaten Bima dari  40.8  %  pada tahun 2013  menjadi 24 41% pada 2020. Pada tahun 2020 juga telah  dilakukan  intervensi pada 30 desa lokus yang menyebar pada 18 Kecamatan”. Terang Raani.


Diseminasi Panduan Gizi  yang dipandu Irianto SKM, M.Kes/Poltekkes Kemenkes Mataram ini juga menghadirkan Aziz Jati Nur Ananda M.Gz/ Perwakilan SEAMEO  yang memaparkan tema “Pengembangan PAUD Holistik Integratif sebagai Upaya Penanggulangan Stunting di Tingkat Kabupaten dalam kerangka  “Anakku Sehat & Cerdas” menjelaskan Konsep Pengembangan PAUD HI sebagai Upaya Penanggulangan Stunting. 


Diperlukan penguatan komponen kesehatan, gizi, & Perawatan dengan kegiatan membawa bekal sehat bergizi, pemberian makanan tambahan denganq penguatan panduan gizi seimbang berbasis pangan lokal (PGS-PL), Praktik PHBS (cuci tangan, kebersihan kuku), Pemantauan makanan bergizi (skor keberagaman pangan), Pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan Pemeriksaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK). 


Sesi terakhir ditutup dengan pembahasan rencana tindak lanjut diseminasi dan sosialisasi  Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL)


Sumber: Tim Komunikasi  Publik  Dinas Kominfo dan Statistik  Kabupaten Bima.