RUU Omnibus Law Lahir Untuk Siapa?, Keputusan Eksekutif Perlu Dipertanyakan !
Cari Berita

Pasang iklan

 

RUU Omnibus Law Lahir Untuk Siapa?, Keputusan Eksekutif Perlu Dipertanyakan !

Rabu, 07 Oktober 2020



Oleh ; Eldian Lubis 

MAHASISWA STKIP KOTA BIMA. 


GERBANG NEWS NTB

Kota Bima. - Rapat pembahasan terkait dengan RUU Omnibus Law dengan waktu yang sangat singkat dan kurang mendalam dan terlihat sangat terburu-buru dalam menentukan keputusan oleh para Legislatif di ruangan DPR RI beberapa hari lalu berimbas pada aksi protes dari ribuan buruh dan para mahasiswa di berbagai daerah. Pasalnya, beberapa poin yang dihasilkan dinilai sangat merugikan bagi para pekerja/ buruh itu sendiri.


Apalagi saat ini PR bangsa masih besar di tengah wabah covid -19 yang hingga saat ini masih melanda. Apakah ada kepentingan politik tertentu atau tidak? dan apakah ada kepentingan kelompok tertentu atau tidak?, silahkan dijawab sendiri.


Setiap pembuatan aturan dan atau undang-undang yang bersifat mendesak biasanya pasti ada kepentingan. Pertanyaan kritisnya adalah KEPENTINGAN SIAPA?? 


Nah, itulah maksud saya kenapa seluruh ANGGOTA DPR RI harus benar-benar mewakili kepentingan RAKYAT bukan atas kepentingan PARTAI masing-masing. Jika kepentingan PARTAI POLITIK yang di prioritaskan maka IDEALISME dan NURANI terkadang akan TERJUAL, karena partai politik yang mengusungnya. Sebab kalau melawan pasti akan diberhentikan.


Saya ingatkan, jangan terlalu memuja dunia, Ingat AllahAllah SWT, harta, pangkat dan jabatan adalah titipan Allah SWT, yang dengan mudah akan menjatuhkan derajat manusia itu sendiri bila Allah SWT berkehendak.  Jika kebijakannya tidak pro terhadap yang Ma’ruf Kebajikan maka jadilah orang pertama yang berdiri di atas kebenaran dan menentangnya Laksana pejuang yang siap berkorban melawan kemungkaran. Saat itu, anda akan menjadi PANGLIMA dihadapan ALLAH baik di dunia maupun di akhirat.


Untuk itu, Mahasiswa harus konsisten dengan gerakan yang telah dibangun. Kembali memperjuangkan HAK-HAK RAKYAT adalah kemuliaan. Demi tanah air dan tumpah darah para pejuang dan leluhur yang telah mengorbankan jiwa dan raganya. Demi mempertahankan hak-hak rakyat dan kebenaran. DIAM dalam Kemungkaran adalah kebodohan yang BERANTAI sekaligus Kejahatan yang tersembunyi dan bertindak dalam KEMUNGKARAN adalah kemuliaan yang setinggi-tingginya. Jemputlah itu, tumpaskan tirani dan raih kemuliaan dihadapan ILAHI.


Konsolidasi gerakan mahasiswa harus benar - benar terorganisir mulai dari Pusat hingga daerah. BEM SI, berbagai organisasi kemahasiswaan, dan seluruh organisasi tingkat nasional dan daerah bersama-sama menjadi Pioneer utama dalam menggerakkan seluruh mahasiswa dalam melawan TIRANI. satukan kekuatan, kristalisasi kebersamaan dan bergerak atas nama kebenaran. Dengan itu, tirani pasti akan tercerahkan dan yang lebih penting tuntutan tentang penolakan dan pencabutan tentang Omnibus Law harus benar benar di tuntaskan.


Tunjukkan kepada TIRANI bahwa RUH GERAKAN MAHASISWA masih tetap sama berada dalam kebenaran dan sesuai dengan Khittah Kemerdekaan. Jangan bertanya siapa yang akan kembali menghadap TUHAN tetapi bertanyalah siapa yang akan berdiri dengan GAGAH dan PERKASA dalam membela KEBENARAN.


 Jika ada seribu orang yang membela kebenaran maka katakan AKU adalah salah satu diantaranya. Jika ada seribu orang yang membela kebenaran katakan AKU adalah satu orang diantaranya. Jika ada seratus orang yang membela kebenaran maka katakan AKU adalah satu orang diantaranya. Jika ada sepuluh orang yang membela kebenaran maka katakan AKU adalah satu diantaranya. Jika ada SATU orang yang membela kebenaran maka katakan bahwa sesungguhnya AKU adalah orangnya. Bangkitlah Gerakan Mahasiswa,  Takbiir Allahuakbar. (**)